Inovasi Global Dimulai dari Tanah Bumbu: H. Sudian Noor Latih Ojek Online Komunikasi Bintang 5

Batulicin – Dalam sebuah langkah inovatif yang belum pernah terjadi sebelumnya di Indonesia, bahkan dunia, Anggota DPR RI Komisi VII, H. Sudian Noor, menginisiasi pelatihan public speaking bertajuk “Bintang 5 Dengan Layanan Prima” bagi para pengemudi ojek online di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Kegiatan ini menjadi sorotan karena mengangkat profesi ojek online ke level yang lebih profesional dengan fokus pada kemampuan komunikasi dan pelayanan publik (8/10/2025).

Berlangsung di jo’bs bistro Cafe, pelatihan ini menggandeng Kementerian Agama Kabupaten Tanah Bumbu sebagai mitra penyelenggara dan diikuti puluhan pengemudi ojek online dari berbagai kecamatan. Tujuannya tak sekadar mengasah kemampuan berbicara di depan umum, tetapi juga menanamkan nilai-nilai etika, kepercayaan diri, dan profesionalisme dalam pelayanan sehari-hari.

Dalam sambutannya, H. Sudian Noor menekankan pentingnya komunikasi dalam profesi layanan seperti ojek online. Menurutnya, pengemudi bukan hanya penyedia jasa transportasi, tetapi juga representasi wajah keramahan dan kepercayaan masyarakat. “Pelayanan prima dimulai dari cara kita berbicara, menyapa, dan memperlakukan pelanggan. Karena itu, pelatihan ini penting sebagai bekal membangun kepercayaan dan loyalitas pelanggan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan terobosan perdana di Tanah Bumbu, dan bahkan belum pernah terdengar dilakukan di daerah lain. “Setahu saya, ini adalah yang pertama di Indonesia, mungkin juga di dunia. Dan ini lahir dari Tanah Bumbu,” ungkap H. Sudian Noor dengan bangga.

Pelatihan ini menghadirkan Rizki Pirmansyah, seorang Personal Development Coach berpengalaman, yang membawakan materi tentang komunikasi efektif, pengelolaan emosi dalam pelayanan, dan cara membangun citra positif di hadapan konsumen. Para peserta tampak antusias mengikuti sesi interaktif yang disampaikan dengan metode praktis dan menyenangkan.

Konsep “Bintang 5 Dengan Layanan Prima” diangkat bukan tanpa alasan. H. Sudian Noor ingin memberikan standar baru dalam dunia layanan transportasi daring. “Kalau hotel ada bintang lima, kenapa ojek online tidak bisa? Kita mulai dari kualitas komunikasi. Kalau sopan, ramah, dan komunikatif, itu sudah separuh jalan menjadi layanan bintang lima,” jelasnya.

Para peserta pun menyambut hangat kegiatan ini. Banyak di antara mereka yang mengaku baru pertama kali mengikuti pelatihan sejenis dan merasa mendapatkan pencerahan baru. “Biasanya kami hanya fokus antar jemput, tapi setelah ikut pelatihan ini, saya sadar bahwa cara berbicara sangat berpengaruh terhadap kenyamanan penumpang,” ujar Ridwan, salah satu peserta dari Kecamatan Simpang Empat.

Pelatihan ini diharapkan tidak berhenti sampai di sini. H. Sudian Noor menyampaikan komitmennya untuk terus mendorong program-program pengembangan diri bagi para pelaku ekonomi kerakyatan, termasuk ojek online, pedagang kecil, dan pekerja sektor informal lainnya. “Negara harus hadir memberdayakan. Kita mulai dari hal kecil, tapi dampaknya bisa besar” tegasnya. (Upi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *