Reses Mendalam di Satui: Jeritan Infrastruktur Mendesak, Dari Jembatan Hingga PJU

TANAH BUMBU — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tanah Bumbu, GT.M. Erwin Arifin, S.E., baru-baru ini merampungkan Reses I Masa Sidang I Tahun 2025 dengan fokus tajam di Kecamatan Satui. Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis (4/12/25) ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, namun lebih menyerupai sebuah audit lapangan atas kebutuhan infrastruktur.

Dihadiri oleh ratusan warga dari berbagai lapisan, pelaksanaan reses kali ini menjadi katarsis bagi masyarakat untuk menyuarakan aspirasi. Menurut GT.M. Erwin Arifin, tujuan utama dari reses adalah “menyapa, bersilaturahmi, sekaligus menyerap aspirasi—baik itu usulan, keluhan, atau saran langsung dari masyarakat.”

Dari sekian banyak masalah yang disampaikan, isu infrastruktur dasar menjadi benang merah yang paling tebal. Fokus perhatian tertuju pada dua desa yakni Desa Tegal Sari, warga Desa Tegal Sari menyampaikan permintaan krusial untuk pembangunan Jembatan Akses yang menghubungkan Kecamatan Satui dengan Kecamatan Angsana, termasuk Desa Sumber Baru. Jembatan ini bukan sekadar penghubung, melainkan urat nadi ekonomi dan sosial yang sangat menentukan mobilitas harian warga. Ketiadaan atau kerusakan jembatan ini berarti memutar jarak tempuh yang jauh, menghambat distribusi hasil tani, dan memperlambat akses ke layanan publik.

Kemudian, Desa Jombang, Warga di sana dengan meminta pembangunan Jembatan Batu Laki. Jembatan ini diyakini akan mempermudah dan mempersingkat jalur interkoneksi antar desa.

Selain jembatan, Desa Jombang juga menyoroti masalah keselamatan dan keamanan di malam hari. Warga meminta segera dipasangkannya Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU). Minimnya PJU diyakini telah meningkatkan risiko kecelakaan, kerawanan tindak kriminal, dan menciptakan lingkungan yang kurang kondusif bagi aktivitas malam hari.

Menanggapi lonjakan aspirasi ini, GT.M. Erwin Arifin berkomitmen akan membawa seluruh data dan keluhan yang terekam dalam reses ini ke hadapan Sidang Paripurna.

“Aspirasi dari Tegal Sari, Jombang, dan Sumber Baru ini adalah prioritas. Permintaan jembatan dan PJU ini bukan sekadar pembangunan fisik, tapi menyangkut keselamatan, ekonomi, dan kualitas hidup masyarakat. Ini akan kami kawal ketat dalam pembahasan anggaran di tahun mendatang,” tegas Arifin.

Reses kali ini menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur di Tanah Bumbu, khususnya di Satui, harus segera didorong dari tahap perencanaan menjadi tindakan nyata demi mengatasi isolasi wilayah dan meningkatkan kesejahteraan warga.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *